17 Juni , 2024
Obat

Apa Saja Penyakit Yang Membutuhkan Antibiotik


Iklan Hosting

Tahukah kamu, ternyata penggunaan antibiotik ketika sakit tidak bisa sembarangan lho. Ada jenis penyakit yang memerlukan antibiotik, adapula yang tidak. Namun, kenyataannya, masih banyak orang yang belum paham mengenai ini, bahkan menganggap bahwa antibiotik adalah obat ampuh yang bisa membantu penyakit cepat mereda. Padahal, ada beberapa fakta yang harus diketahui banyak orang.

Obat antibiotik adalah obat yang diresepkan hanya untuk melawan bakteri. Cara kerja antibiotik bisa dengan 2 cara, yaitu membunuh bakteri ataupun menghentikan pertumbuhan bakteri. Jadi, antibiotik tidak dapat mengobati infeksi karena virus, seperti flu ataupun jamur seperti kutu air.

Umumnya, infeksi bakteri yang terbilang ringan akan pulih dengan sendirinya. Namun, saat infeksi bakteri tidak juga membaik, dokter akan memberikan resep antibiotik. Bukan hanya terkait keparahan kondisi saja, pemberian antibiotik juga mempertimbangkan tentang infeksi yang diderita apakah infeksi menular, butuh waktu lama untuk penyakit tersebut sembuh dengan sendirinya dan juga apakah adanya risiko tinggi yang bisa menyebabkan komplikasi.

Itulah kenapa penggunaan antibiotik harus diresepkan atau dianjurkan oleh dokter. Dokter yang nantinya akan menyesuaikan dosis obat dengan kondisi yang dimiliki pasien, memberitau hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dan juga ketika menggunakan obat, serta memberi informasi mengenai efek samping antibiotik yang bisa terjadi.

Sebaiknya, hindari penggunaan antibiotik tanpa anjuran dokter, khususnya untuk ibu hamil dan menyusui, sedang dalam pengobatan lain dan juga punya riwayat alergi antibiotik.

Selain itu, antibiotik juga bisa diberikan untuk langkah pencegahan infeksi bakteri atau yang biasa disebut profilaksis. Orang-orang yang biasanya mendapatkan antibiotik untuk profilaksis ini adalah mereka yang punya risiko terbilang tinggi untuk mengalami infeksi bakteri, seperti orang yang menjalani operasi glaucoma ataupun operasi penggantian sendi.

Jenis-jenis antibiotik dan penyakit yang memerlukan antibiotik

Jenis Antibiotik

Antibiotik sendiri ada banyak sekali jenisnya. Dan masing-masingnya dipakai untuk mengatasi kondisi berbeda. Berikut ini adalah beberapa contoh obat antibiotik:

Penisilin

Obat penisilin umumnya dipakai untuk banyak kondisi karena infeksi bakteri, seperti infeksi Streptococcus, meningitis, faringitis, gonore dan juga dalam kasus pencegahan endocarditis. Untuk penderita ataupun orang yang punya riwayat gangguan ginjal, sebaiknya menggunakan penisilin dengan anjuran dokter.

Penisilin merupakan contoh obat antibiotik yang tersedia dalam beragam bentuk, mulai dari kaplet, sirup kering ataupun suntikan. Masing-masingnya tentu dipakai dalam kondisi yang berbeda.

Selain itu, penisilin sendiri memiliki jenis-jenisnya, yaitu Amoxicillin, Ampicillin, Oxacillin, Penicillin G, Penicillin VK.

Sefalosporin

Obat satu ini tersedia dalam bentuk sirop kering, tablet dan juga suntik. Untuk penggunaannya, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, karena berbeda bentuk maka berbeda pula kondisi yang ditangani obat ini.

Penyakit yang memerlukan antibiotik sefalosporin yaitu infeksi tulang, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, dan juga otitis media. Obat ini punya potensi menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, nyeri di bagian dada, bahkan juga syok. Karena itulah, penggunaannya harus dengan anjuran serta pengawasan dokter.

Jenis obat yang termasuk dalam sefalosporin adalah Cefadroxil, Cefuroxime, Cefixime, Cefoperazone, Cefotaxim, Cefotiam, Cefepime, dan juga Ceftarolin.

Aminoglikosida

Aminoglikosida adalah contoh obat antibiotik yang dapat dipakai dalam mengatasi banyak penyakit infeksi bakteri, seperti misalnya pada kasus otitis eksterna, peritonitis dan juga infeksi kulit. Penggunaannya harus tetap dengan anjuran dan pengawasan dokter, karena obat satu ini punya potensi menyebabkan efek samping yaitu gangguan kesadaran.

Aminoglikosida juga tersedia dalam banyak bentuk, seperti suntik, salep dan juga tetes mata. Masing-masingnya dapat dipakai untuk kondisi yang berbeda-beda.

Jenis obat yang termasuk dalam aminoglikosida yaitu Paromomycin, Tobramycin, Gentamicin, Amikacin, Kanamycin, dan Neomycin.

Tetrasiklin

Tetrasiklin dipakai untuk mengobati beragam kondisi yang muncul karena adanya infeksi bakteri, seperti sifilis, anthrax, tifus, brucellosis dan juga jerawat. Obat ini bisa digunakan pada anak usia di bawah 12 tahun, namun tetap gunakan obat ini sesuai anjuran dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk salep, salep mata, kapsul dan juga suntik. Jenis obat tetrasiklin yaitu Doxycycline, Minocycline, Tetracycline, Oxytetracycline dan Tigecycline.

Makrolid

Bronchitis, servisitis, pemphigus, penyakit Lyme dan sinusitis adalah beberapa penyakit yang memerlukan antibiotik makrolid ini. Obat ini juga tersedia dalam bentuk tablet, kaplet, sirup kering dan juga suntik.

Beberapa jenis obat makrolid ditemukan tidak bisa digunakan bersama dengan obat cisapride. Untuk itu, konsultasikan dulu penggunaannya. Berikut ini adalah beberapa jenis makrolid, yaitu Erythromycin, Azithromycin, dan Clarithromycin.

Quinolone

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, suntik dan kaplet. Umumnya, quinolone dipakai dalam mengatasi banyak kondisi karena infeksi bakteri, di antaranya seperti infeksi tulang, cystitis, servisitis, dan juga infeksi kulit. Penggunaannya harus tetap dengan pengawasan dokter, karena ada efek samping antibiotik yang bisa timbul yaitu gangguan pada sistem saraf pusat.

Beberapa jenis obat quinolone yaitu Ofloxacin, Ciprofloxacin, Levofloxacin, Moxifloxacin dan Norfloxacin.

Sulfa atau Sulfomanida

Obat-obatan yang termasuk dalam sulfa ini bisa dipakai dalam menangani beragam penyakit karena infeksi bakteri, di antaranya yaitu infeksi saluran kemih, bronchitis, meningitis bacterial, pneumonia dan infeksi ataupun telinga.

Sulfa juga tersedia dalam beragam bentuk seperti obat minum, seperti tablet dan juga sirup. Jenis obat yang termasuk dalam sulfa ini adalah Sulfamethoxazole dan Sulfosixazole.

Antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan

Penyakit yang Memerlukan Antibiotik

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak semua penyakit perlu penggunaan antibiotik untuk mengatasinya. Nah, berikut ini adalah beberapa penyakit yang memerlukan antibiotik untuk mempercepat kesembuhan:

1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyakit yang memerlukan antibiotik, karena dikebanyakan kasus, kondisi ini disebabkan infeksi bakteri yang memengaruhi bagian-bagian di saluran kemih, seperti kandung kemih ataupun ginjal, dan membuat gejala seperti munculnya nyeri panggul dan juga sering ingin buang air kecil.

Ketika infeksi terjadi pada kandung kemih umumnya tidak seserius infeksi pada ginjal, namun bila tidak diobati dengan baik, infeksi pada kandung kemih juga bisa menyebar ke bagian ginjal dan menimbulkan rasa sakit hebat serta kerusakan di bagian ginjal.

Contoh obat antibiotik untuk infeksi saluran kemih yaitu Bactrim, nitrofurantoin dan juga ciprofloxacin.

2. Radang tenggorokan dan radang amandel

Rasa sakit dan nyeri yang muncul karena radang tenggorokan dan juga radang amandel pastinya membuat tidak nyaman. Bila sakit tenggorokan yang terjadi karena virus seperti yang terjadi pada orang flu, maka tidak diperlukan antibiotik untuk penyembuhannya. Namun, bila disebabkan bakteri seperti pada radang tenggorokan ataupun radang tenggorokan streptokokus dan juga tonsilitis bakteri, maka dibutuhkan antibiotik untuk mempercepat penyembuhan.

Umumnya, antibiotik untuk kondisi ini adalah penisilin, amoksilin ataupun eritromisin.

3. Infeksi sinus

Infeksi sinus ini ternyata merupakan penyakit yang paling sering dan paling banyak diresepkan antibiotik oleh para petugas kesehatan. Sebagian besar kondisi ini terjadi dalam satu sampai 2 minggu.

Umumnya, infeksi sinus ini terjadi karena bakteri dan virus. Namun hanya infeksi sinus karena bakteri lah yang harus diobati menggunakan antibiotik. Tapi, agak sulit menguji bakteri pada kondisi ini. Sehingga disarankan untuk menunggu dan mengobati infeksi menggunakan antibiotik bila gejala muncul dan bertahan hingga lebih dari 10 hari.

4. Infeksi telinga

Penyakit yang memerlukan antibiotik berikutnya adalah infeksi telinga. Umumnya, kondisi ini memengaruhi anak-anak dan bisa menimbulkan gejala nyeri, sulit mendengar dan juga drainase cairan karena peradangan serta penumpukan cairan di bagian telinga tengah. Tapi terkadang, gejala ini bisa terjadi juga bahkan tanpa adanya infeksi. Itulah kenapa, CDC menyarankan hanya infeksi telinga tengah saja yang diobati dengan menggunakan antibiotik.

Untuk kasus infeksi telinga, dokter anak bisa menganjurkan untuk menunggu selama 48 hingga 72 jam dan melihat apakah gejala yang dialami hilang atau tidak. Bila gejala tersebut tidak hilang, maka penggunaan antibiotik mungkin diperlukan.

Antibiotik yang biasa diberikan adalah amosisilin atau augmentin. Namun pada anak-anak, kondisi ini bisa sering terjadi, sehingga penggunaan antibiotik yang sama, mungkin akan tidak bekerja dengan baik untuk kasus infeksi berikutnya. Untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik ini, dokter umumnya bergantian meresepkan obat antibiotiknya.

5. Pneumonia

Pneumonia merupakan kondisi yang terjadi karena infeksi virus atau bakteri. Di mana kantung udara paru-paru meradang dan juga dipenuhi cairan. Ini terbilang kondisi yang serius terutama bagi orang yang punya sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pada bayi atau anak-anak, manula dan juga orang-orang sakit.

Pneumonia ini juga bisa terjadi sendiri ataupun karena komplikasi dari infeksi yang lain seperti contohnya flu.

Kondisi pneumonia ini terbilang mematikan, sehingga seluruh kasus pneumonia karena bakteri wajib diobati dengan antibiotik secepatnya setelah pasien didiagnosis. Perawatan yang diberikan akan tergantung pada bagian infeksi tersebut.

Pasien pneumonia mungkin akan diresepkan beberapa antibiotik. Seperti pemberian antibiotik oral yaitu azithromycin, doxycycline dan atau levofloxacin. Ada juga antibiotik IV (intravena) yaitu vankomisin, zosyn (piperacillin-tazobactam) dan juga levofloxacin.

Jenis penyakit yang memerlukan antibiotik

Alasan Kenapa Antibiotik Harus Dihabiskan

Umumnya, ketika kita mendapatkan resep antibiotik, maka dokter akan menganjurkan untuk menghabiskan obat antibiotik yang diberikan. Ternyata anjuran ini memiliki tujuan yaitu karena antibiotik harus dihabiskan untuk membasmi bakteri secara tuntas dan mencegah terjadi resistensi antibiotik yang bisa berbahaya bagi tubuh.

Setelah membaca artikel di atas, sekarang kita sudah memahami bahwa ada penyakit yang memerlukan antibiotik dan ada yang tidak. Bisa disimpulkan bahwa tidak seluruh penyakit harus diberikan antibiotik. Karena itulah, bijak dalam menggunakan antibiotik.

Iklan Backlink
liquid saltnic

Related posts

Bagaimana Cara Menggunakan Obat Tetes Telinga

admin

Beli Obat di Apotek Online, Perhatikan Hal Berikut Ini

admin

Anak Anda Batuk, Ini 7 Rekomendasi Obat Batuk Anak

admin